Tes Kesuburan
Tes Kesuburan.

Ralfaonline.com, Pasangan pria dan wanita yang sedang merencanakan untuk menikah sangat dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan medis. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan organ reproduksi kedua belah pihak. Jadi nantinya proses kehamilan bisa lebih maksimal dan menghasilkan keturunan yang sehat. Namun, bagaimana dengan tes kesuburan? Apakah tes kesuburan juga perlu dilakukan sebelum menikah? Berikut penjelasannya.

Tes Kesuburan.
Tes Kesuburan.

Apa perlu tes kesuburan sebelum menikah?

Tes kesuburan adalah tes yang dilakukan untuk menilai apakah organ-organ reproduksi pada pria maupun wanita mendukung untuk terjadinya kehamilan secara alami.

Beberapa pasangan memilih untuk menjalani tes kesuburan sebelum menikah. Pasalnya, mereka khawatir jika nantinya ada salah satu, baik pria maupun wanita, yang ternyata diketahui tidak subur.

Namun sebenarnya tes kesuburan sebelum menikah itu tidak wajib untuk dilakukan. Justru pemeriksaan yang lebih diutamakan untuk dilakukan sebelum menikah adalah pemeriksaan kesehatan organ-organ reproduksi.

Tujuannya untuk melihat kemungkinan penyakit infeksi menular seksual atau penyakit tertentu (misalnya HIV/AIDS) yang dapat ditularkan kepada pasangan sebelum mulai aktif secara seksual. Jadi, hal ini belum tentu berhubungan dengan tingkat kesuburan seseorang.

Lalu, kapan tes kesuburan perlu dilakukan?

Pemeriksaan kesuburan dianjurkan dilakukan saat pasangan suami istri (pasutri) sudah masuk ke kriteria tidak subur. Tanda adanya masalah kesuburan adalah jika selama satu tahun sudah aktif berhubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi tapi tidak kunjung hamil.

Biasanya, tes kesuburan ini lebih banyak dilakukan oleh pasangan yang baru menikah di usia lanjut atau ingin segera memiliki momongan karena berbagai alasan lain.

Nah, bila pasangan tersebut belum menikah dan belum aktif secara seksual, maka tidak bisa dikatakan bahwa wanita dan pria tersebut tidak subur. Maka itu, pemeriksaan kesuburan sebelum menikah belum terlalu diperlukan.

Namun dari sudut pandang pribadi saya, bila pasangan yang sedang merencanakan pernikahan ingin melakukan tes kesuburan, itu adalah hak masing-masing dan boleh-boleh saja untuk dilakukan tes kesuburan.

Prosedur tes kesuburan sebelum menikah

Pemeriksaan kesuburan dilakukan pada kedua pihak, yaitu pada pria dan wanitanya. Tes kesuburan pada laki-laki yang paling utama adalah pemeriksaan sperma. Pemeriksaan ini tetap dilakukan meski laki-laki tersebut sudah pernah berhubungan seksual dan punya anak sebelumnya.

Sementara dari sisi wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual, maka pemeriksaan kesuburan yang dianjurkan hanyalah USG melalui perut atau anus (transrektal). Tujuannya adalah untuk melihat kondisi organ kandungannya.

Namun sayangnya, tes kesuburan yang dilakukan pada wanita yang belum aktif secara seksual sebenarnya menjadi tidak lengkap. Pasalnya, agar tes kesuburan menjadi optimal diperlukan pemeriksaan lain yang harus dilakukan melalui vagina.

Sedangkan pemeriksaan lewat vagina hanya dilakukan pada wanita yang sudah aktif secara seksual. Karena itu, hasil tes kesuburan menjadi tidak efektif bila dilakukan oleh wanita yang belum aktif secara seksual.

Prosedur USG transrektal pada dasarnya tidak terlalu rumit, biasanya dilakukan pada awal siklus haid. Wanita hanya perlu mempersiapkan mental dan tetap rileks, kemudian dokter atau perawat akan menempatkan alat USG di lubang anus.

Prosedur ini memang menimbulkan rasa tidak nyaman pada wanita, sementara pada prosedur tes kesuburan laki-laki relatif lebih nyaman daripada pada wanita.

Bila salah satu ada yang tidak subur, apa yang disarankan oleh dokter?

Bila ternyata ada salah satu pihak yang tidak subur, dokter akan memastikan dulu apa penyebab ketidaksuburannya, apakah ini akibat kelainan rongga rahim wanita atau kelainan sperma pria.

Faktor yang kasat mata dan sering memengaruhi kesuburan adalah obesitas. Artinya, bila salah satu pasangan mengalami obesitas, maka proses pembuahan pun cenderung lebih sulit. Secara statistik, wanita atau pria yang mengalami obesitas meningkatkan risiko sulit hamil sekitar 30 persen daripada yang tidak obesitas.

Tes Kesuburan.
Tes Kesuburan.

Dari hasil pemeriksaan, dokter akan mempertimbangkan pengobatan kesuburan dan tes kesuburan mana yang sesuai, baik itu terapi kesuburan terlebih dahulu, hingga inseminasi, atau bayi tabung. Pemeriksaan kesuburan biasanya juga dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan lain seperti kista atau tumor kandungan (miom).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here